Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. (QS. 1:1) Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam, (QS. 1:2) Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. (QS. 1:3) Yang menguasai hari pembalasan. (QS. 1:4) Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. (QS. 1:5) Tunjukilah kami jalan yang lurus, (QS. 1:6) (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nimat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat. (QS. 1:7)

Thursday, August 24, 2006

Bagaimana cara menghilangkan sikap angkuh, iri dan dengki?

Sikap angkuh bisa lenyap kala seorang hamba menyadari besarnya ketergantungan dirinya kepada Tuhan. Saat sadar bahwa dirinya miskin dan sangat membutuhkan Tuhan, ia pasti menerima anugerah-Nya, menganggap besar nikmat-Nya, tidak menyia-nyiakan perintah-Nya, serta tidak meremehkan orang lain. Sedangkan rasa iri bisa sirna kala ia mengetahui takdir yang Mahaperkasa yang berlaku atas dirinya. Kemudian juga berpandangan baik kepada orang yang memberi nikmat. Ketika melihat orang lain memperoleh nikmat, ia sadar, bahwa Allah pasti juga akan memberi nikmat serupa, seandainya nikmat itu baik baginya.

Seandainya orang yang iri menyadari hal ini, ia pasti merasakan kebahagiaan dan tidak berharap supaya nikmat yang diterima orang lain hilang. Sebab dia sadar, jika nikmat itu baik baginya, Allah pasti memberikan kepadanya. Tapi jika kalah oleh hasutan nafsu, ia pasti mendambakan agar nikmat itu segera lenyap dari orang lain sehingga keadaan orang itu berubah.

Kalau rasa iri belum juga hilang dengan kiat ini, sehingga pelakunya merasa putus asa dalam mengaharapkan hilangnya nikmat dari orang lain, dan dirinya telah diliputi perasaan iri yang bergejolak, maka yang ia dapatkan hanyalah derita akibat didera kebencian, sedangkan orang yang membuatnya iri, tenggelam dalam lautan nikmat yang membuatnya bahagia. Seorang pujangga berkata,

Orang iri hanya mendapat kebencian
Sedang orang angkuh akan menjadi kayu bakar


Saat mendapati dirinya terjebak dalam derita, sedangkan orang yang memperoleh nikmat larut dalam bahagia, orang yang iri pasti menepis jauh-jauh perasaan piciknya itu-seandainya dia termasuk orang yang bisa diajak bicara baik-baik.

Rasa dendam lahir dari jiwa yang kerdil, ketamakan yang berlebihan, minimnya kasih sayang, serta keras kepala. Semua ini bisa hilang dengan memupuk kasih sayang dan sikap lunak. Orang baru bisa menghilangkan sifat dendam jika ia keluar dari kepicikan dan berlomba menggapai kemuliaan. Sekiranya orang tahu bahwa dendam bersumber dari kehinaan serta lemahnya upaya, ia pasti mengganti dendam dengan ketenangan, dan hatinya pun akan tenteram melihat seluruh makhluk.

Kalau orang tahu bahwa kesadaran sejati terletak pada kesucian hati, dan keindahan hakiki terletak pada ketenangan, maka ia tidak akan memasukkan kotoran yang dapat menodai hati dan membuat jiwanya resah. Saat mendendam orang lain, ia harus sadar bahwa perbuatan itu sedikit pun tidak berpengaruh pada orang tersebut, malah dirinya yang tersiksa. Orang bijak berkata:

Sungguh aneh orang yang hampir menyebut orang lain yang tidak ia sukai. Hal itu terjadi karena orang itu ia tempatkan dalam hatinya, kendati tidak suka ia dekati. Oleh sebab itu, ingatlah orang yang menceritakan keindahan kepadamu, dan jangan mengingat orang yang menceritakan kejelekan kepadamu.
Barang siapa mengumbar nafsu, mak ia akan dikuasai olehnya.
Jika masyarakat merasa terganggu dengan keberadaan seseorang, maka orang itu pasti celaka
.

Al-Masail fi A'mal Al-Qulub wa Al-Jawarih
Al-Muhasibi

2 Comments:

At 8:13 PM, Blogger Fauzi Jabbar said...

Terima kasih atas pencerahannya

 
At 6:53 PM, Blogger hairy daddy said...

Terima kasih sekali atas informasinya .... semoga kita di Jauhkan dari sikap angkuh, iri dan dengki ...

 

Post a Comment

<< Home